Minggu, 08 November 2009

Kenapa …dulu pacaran..?

Perasaan yakin, bahwa inilah “true love” ku, mungkin itulah yang dirasakan, ketika seseorang akan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup bersama dengan kekasih pilihan hatinya.

Sampai dengan hari “H” itu akhirnya terlaksana, dan hari-hari pertama hidup berdua sebagai pasangan yang sah pun mulai dijalani.Mungkin pada awalnya semua akan berlangsung sangat indah dan mengesankan, seperti masak berdua, liburan berdua, sarapan berdua sampai dengan tidur berdua tentunya .

Dan sangat jelas, diantara kesenangan-kesenangan tersebut, pastinya terselip note mengenai kejadian atau peristiwa kecil yang terekam di kepala, namun tak jarang sebagian orang menulisnya di dalam bentuk diary.Di dalam note-note kecil itu, tersimpan hal-hal yang menyenangkan, mengesankan, sampai dengan hal yang membuat kita juga sampai ill feel sama si dia.

Sampai akhirnya perjalanan hidup berdua itu, tak berdua lagi, mungkin saja bertiga, berempat (dengan sang anak tentunya) dan seterusnya, dan tak terasa, tahun pertama terlewati, tahun kedua, ketiga, bahkan sudah masuk pada tahun yang ke sepuluh.

Perjalanan ini mungkin bagi sebagian orang “tak terasa” katanya, namun tak sedikit yang menelan ludah, mengikhlaskan garis hidupnya yang awalnya dirasakannya sebagai “true love” nya, ternyata tak seindah bayangannya .

Disinilah terkadang mulai dibukanya lagi cerita-cerita lama kita dengan “pacar-pacar” kita yang dulu yang pernah menjalin hubungan khusus juga dengan kita. Sebelum akhirnya kita memutuskan untuk menikah dengan si dia.

Mungkin…ini mungkin lho.. akan terselip kalimat penyesalan yang mengatakan, “andai dulu aku sama si A, pastinya hidupku tidak akan merana seperti ini”, “andai dulu aku sama si B, tentunya aku adalah wanita/pria yang paling bahagia yang pernah ada”.Andaikan dulu aku sama si C, pastinya aku dan dia saling pengertian, dan masih..banyak lagi kalimat-kalimat penyesalan lainnya, yang tercatat atau bahkan sampai terlontar dan pada akhirnya membuat pasangan kita menjadi sakit dan sedih hatinya.

Ketika aku berbincang panjang mengenai hal ini pada salah seorang sahabatku, aku berkata padanya, seandainya pernikahan itu “mudah”, ayo kita coba mengarungi hidup bersama dengan si A, untuk 6 bulan saja, begitupun dengan si B, dan juga si C, pastinya…..kita tetap akan menemukan kekurangan-kekurangan dan juga kelebihan-kelebihan yang berbeda-beda dari setiap mereka, dan pada akhirnya kita akan berkata….No Body is perfect, begitupun dengan diri kita sendiri, kita juga bukan sosok yang sempurna untuk nya, nya dan nya….kan??

Sahabatku tertawa dan berkata , “bener juga ya…” serasa kita terlalu egois disaat kita selalu menuntut pasangan kita untuk sempurna, sementara kita…..juga kadang lengah dari terus memperbaiki diri, cuman terkadang memang berat, untuk merubah diri sesuai dengan permintaan pasangan kita, tanpa ada support melalui perubahan diri yang dia tunjukkan juga kepada kita..

Bakalan panjang nih diskusinya kalo sudah begini…hehehe, akhirnya kami pun pulang kerumah masing-masing, dan ketika waktunya tidur, pembicaraan tadi kutuliskan dalam sebuah catatan kecil di dalam diaryku.

Berharap seandainya yang dulu boleh terulang, mungkin aku akan meminta satu hal lagi sama yang diatas, “Tuhan….., tolong tahan perasaan cinta ini, untuk seseorang yang nantinya benar-benar akan menghabiskan sisa hidupnya bersamaku".
Gak ada maksud lain sebenarnya, hanya ingin mengambil sisi positif dari permintaan ini, yakni rasa khawatir yang terlintas, ketika suatu saat nanti aku membuat perbandingan dirinya dan dirinya, disaat aku sudah menjalani hidup dengannya……………..

Well, akan ada yang protes dengan doaku mungkin…karena ada sebagian orang yang berpendapat, "ingin mencari yang baik, sebelum akhirnya mendapatkan yang terbaik"…..and I’m OK with that…kita semua punya pendapat yang berbeda-beda tentunya.
Sampai akhirnya aku menemukan sebuah kalimat bijak yang berkata……”Kita ada di dunia ini, untuk mencintai pasangan kita yang tak sempurna, dengan cara kita yang sempurna…..”(I Really Love this words). Akhirnya kalimat bijak ini juga meng “end up” kan tulisanku untuk hari ini ….semoga bermanfaat ya…..

Tulisan ini aku khususkan untuk para sahabatku, yang akan menikah, sudah menikah tapi akhirnya pisah, dan juga untuk para sahabat yang sudah memasuki tahun ke 8, 9, 10, dan seterusnya….Happy Everyday Anniversary for you all………

Nadia Mulkin
“Rumah kenangan”
Nov 5th, 2009

2 komentar:

  1. subhanallah...nice posting kak nad.. yang "Aku Dilamar" juga diposting dunk kak :)

    ijin nge-link blognya ya kak :D

    -kikie adiyono-

    BalasHapus
  2. Somehow, after year, i just opened my Blog again...and miss to write bout anything Ki....and thanks for posted this comment...and Please be my guest to link this...^^

    BalasHapus