Kamis, 05 November 2009

Syukur yang Tersembunyi…..

July akhir ini, beberapa teman yang bekerja di satu perusahaan dengan suamiku, mendapat “surat” dari management, yang isinya menyatakan bahwa perusahaan besar ini mengadakan Pemutusan Hubungan kerja dengan mereka.

Aku yang mengetahui hal ini dari suamiku, hanya bisa mengucap Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun saja.Sedikit tak percaya, bahwa perusahaan tempat ayah kami bekerja dulu, dan sekarang jadi tempat suamiku bekerja, akhirnya terkena dampak krisis juga, setelah 3 bulan terakhir ini, karyawan diresahkan dengan kesimpang siuran berita yang ada…

Termenung, terpaku, sambil melamun, membayangkan langkah-langkah selanjutnya, yang akan diambil oleh para kerabat kami yang mendapat ‘surat” tersebut.Namun yang paling aku pikirkan adalah perasaan yang mereka rasakan saat ini, mungkin saja ada yang kuat dan meyakini ini bukan akhir dari segalanya, atau mungkin ada yang sudah mewaspadai hal ini, dengan melamar di beberapa tempat, atau bahkan meneruskan bisnis keluarga mereka, atau bahkan ada yang berteriak sambil menangis, dan tidak siap menerima kenyataan yang terjadi…dan bahkan malu bertemu dengan sahabat dan kerabat karena hal ini……Apapun itu, doaku hanyalah, agar mereka atau mungkin juga kami yang akan terkena dampak ini, Engkau beri keikhlasan……..

Masih dalam keadaan terduduk, aku mencoba menyalakan TV, mencari sesuatu yang bisa mengalihkan kesedihanku saat ini.Tapi yang kudapatkan justru perenungan yang lebih mendalam, entah mengapa, tangan ini memencet salah satu siaran dari TV swasta, yang tengah menceritakan kisah seorang buta, yang hidup sebatang kara, dan bertahan hidup dengan bekerja sebagai pengupas kulit kelapa tua, yang kemudian dijadikan sapu, untuk dijual di pasar.

Dengan matanya yang buta, dia tidak membutuhkan tongkat untuk meraba jalan, tak memakai alas kaki, untuk kakinya yang sudah tua….baju lusuh dan apa adanya….Ya Allah…benar-benar jauh dari kehidupan layak bahkan sederhana sekalipun.

Kembali aku tertampar dengan tayangan ini…begitu banyak mengeluh dan merasa diri termasuk orang yang belum beruntung dengan segala keluhan mengenai ‘ketidakpunyaan’ akan sesuatu…

Ya Ilahi..betapa rapuhnya kami, dengan ujian kecil yang kau berikan kepada kami, saat ini saja, kami sudah mengeluarkan keluhan yang bertubi-tubi…entah itu mengenai masalah kecil, atau dengan masalah yang lebih kompleks lagi, tanpa jarang kami sadari,..masih banyaaakk makhlukmu yang lain, yang jauuhhhhh lebih menderita daripada kami, dan mereka ikhlas mengarungi bahtera kehidupannya dengan apa adanya dan penuh syukur untuk makanan yang bisa mereka dapatkan untuk hari ini….

Ampuni kami Ya Allah…Jauhkan kami dari segala keburukan hati dan kejahatan sikap…

Jadikan kami Makhluk yang senantiasa bersyukur atas segala sesuatu dariMu, karena baik bagi kami, belum tentu Indah bagiMu…sabarkan dan Ikhlaskan hati ini Ya Rabb….

Sungguh Engkau maha Penggenggam Alam semesta beserta isinya………

Nadia.Kristanto

End of July 2009….

“Rumah Kenangan”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar